Minggu, 23 Juni 2013

Perbandingan Spek Galaxy S4 Active vs Xperia Z

Jakarta - Kehadiran Galaxy S4 Active menambah jajaran smartphone tahan air dan debu. Diawali oleh Xperia Z, smartphone garapan Sony yang pertama kali menghadirkan kemampuan tahan air dan debu pada kelas high-end.

Berkat sertifikasi IP55 dan IP58 yang dimilikinya, Xperia Z diklaim sanggup berendam dalam air hingga kedalaman 1,5 meter selama 30 menit.

Samsung sebagai raja smartphone global tidak tinggal diam. Berselang tidak lama dari peluncuran Galaxy S4, produsen asal Korea Selatan tersebut memperkenalkan varian Galaxy S4 dengan kelebihan tahan air seperti Xperia Z.

Disebut Galaxy S4 Active, smartphone tahan air dan debu garapan Samsung telah resmi diperkenalkan. Tidak berbeda, Samsung mengklaim Galaxy S4 Active sanggup berendam di kedalaman maksimal 1 meter selama 30 menit berkat sertifikasi IP67 yang dimilikinya.

Meski memiliki kelebihan yang sama namun sepertinya Xperia Z harus mengakui Galaxy S4 pada segi kinerja. Galaxy S4 diketahui dipersenjatai prosesor quad core Snapdragon S600 dengan kecepatan clock 1,9 GHz, sedang Xperia Z cukup dengan prosesor quad core 'Krait' dengan kecepatan clock 1,5 GHz.

Namun di sektor kamera, jelas Galaxy S4 Active harus mengakui kedigdayaan Xperia Z. Dengan kemampuan 13,1 MP, kualitas foto Xperia Z mengungguli Galaxy S4 Active yang hanya dibekali kemampuan kamera 8 MP.

Berikut spesifikasi kunci kedua smartphone high-end tahan air garapan dua produsen besar bersebelahan negara ini.

Galaxy S4 Active

- Prosesor quad core Qualcomm Snapdragon S600 1,9 GHz
- RAM 2 GB
- Memori internal 16 GB
- Layar 5 inch full HD (1080x1920 pixel), 441 ppi, Corning Gorilla Glass 3
- Kamera 8 MP, kamera depan 2 MP
- Sertifikasi IP67
- Android 4.2.2 Jelly Bean
- Baterai 2600 mAh

Xperia Z

- Prosesor quad core Qualcomm 'Krait' 1,5 GHz
- RAM 2 GB
- Memori internal 16 GB
- Layar 5 inch full HD (1080x1920 pixel), 441 ppi, BRAVIA Engine 2
- Kamera 13,1 MP, kamera depan 2,2 MP
- Sertifikasi IP57
- Android 4.1.2 Jelly Bean
- Baterai 2330 mAh
Perbandingan Spek Galaxy S4 Active vs Xperia Z

Kamis, 20 Juni 2013

Samsung Galaxy S4 Zoom


LONDON - Samsung memang telah mengumumkan kehadiran varian dari keluarga Galaxy S4,Zoom, beberapa waktu lalu, namun di gelaran Samsung Premier 2013 yang digelar di London, Inggris, raksasa asal Korea Selatan itu membuka tabir dari smartphone-camera itu.

Diungkapkan Vice President Samsung European Jean-Daniel Ayme, Galaxy S4 Zoom diklaim memiliki kemampuan di atas rata-rata -- jika dibandingkan dengan kamera smartphone kelas atas.

"Dengan Galaxy S4 Zoom bisa nelefon sembari mengirim gambar. Selain itu berkat penyematan Optical Image Stabilization (OIS) gambar terlihat lebih baik daripada kamera smartphone yang ada di pasaran" paparnya.

 
Di sektor kamera, Samsung kata Ayme menggunakan sensor 16MP serta dibekali dengan Xenox Flash. "Dalam kondisi pencahayaan minim, gambar yang dihasilkan tetap prima," ucapnya melanjutkan.

Menemani varian Galaxy S4 Mini dan Active, Zoom memiliki ketebalan 15.4mm, pada bagian belakang smartphone-camera ini memiliki tampilan yang cukup mencolok -- mirip-mirip Galaxy Camera. Selain meggunakan sensor kamera yang di atas rata-rata, produk ini juga memiliki fitur 10 zoom.

Galaxy S4 Zoom menggunakan sistem operasi Android 4.2 Jelly Bean dan memiliki bentang layar 4.3 berjenis qHD. Disokong prosesor dual-core Snapdragon yang berlari pada clock 1.5GHz, Galaxy S4 Zoom juga diperkuat RAM 1.5GHz dan memori internal 8GB yang bisa diperluas.

Selain itu, Galaxy S4 Zoom dipermanis dengan 25 mode meringkus gambar, salah satunya Smart Mode Suggest yang memberikan rekomendasi hasil ringkusan terbaik. Produk ini tersedia dalam dua variasi warna, Black Frost dan Black Mist.

 

 

 

 
Samsung Galaxy S4 Zoom

Senin, 17 Juni 2013

Cara Membuat Form Login VB 6

Aplikasi Apliksi  Bisanya Banyak Digunakan Untuk Mencegah Penyalagunaan Aplikasi dengan Meminta Password Terlebih dahulu Jika Aplikasi tersebut Ingin Dibuka.
Oke Langsing Aja  Ke Intinya….
Buka Ms. Visual basic => Project exe
Stelah Aplikasinya Terbuka Lalu Buatlah
a.       2 buah Textbox
b.      3 buah commandbutton
c.       2 buah form
d.      Dan 1 buah label
Seperti Gmbar Di Bawah ini
Lalu pada properties “text2” setting seperti ini
Passwordchar                                    : *
 
Setelah itu Masukan Kode Berikut
Private Sub Command1_Click()
If Text2.Text = "anjas" Then 'Jika text2 isinya dewa maka form 2 akan di tunjukan jika selain anjas maka password salah
MsgBox "welcome..........", vbOKOnly + vbInformation, "Login"
Form2.Show
Else
MsgBox "Password Salah", vbExclamation, "Login"
End If
End Sub
Private Sub Command2_Click()
If MsgBox("are you sure want to exit?.", vbQuestion + vbYesNo, APP_PROGRAM) = vbYes Then
End
End Sub
Cara Membuat Form Login VB 6

Sejarah Kamera DSRL


Kamera refleks lensa tunggal‎ (bahasa Inggris: Single-lens reflex (SLR) camera) adalah kamera yang menggunakan sistem jajaran lensa jalur tunggal untuk melewatkan berkas cahaya menuju ke dua tempat, yaitu Focal Plane dan Viewfinder, sehingga memungkinkan fotografer untuk dapat melihat objek melalui kamera yang sama persis seperti hasil fotonya. Hal ini berbeda dengan kamera non-SLR, dimana pandangan yang terlihat di viewfinder bisa jadi berbeda dengan apa yang ditangkap di film, karena kamera jenis ini menggunakan jajaran lensa ganda, 1 untuk melewatkan berkas cahaya ke Viewfinder, dan jajaran lensa yang lain untuk melewatkan berkas cahaya ke Focal Plane.
Kamera SLR menggunakan pentaprisma yang ditempatkan di atas jalur optikal melalui lensa ke lempengan film. Cahaya yang masuk kemudian dipantulkan ke atas oleh kaca cermin pantul dan mengenai pentaprisma. Pentaprisma kemudian memantulkan cahaya beberapa kali hingga mengenai jendela bidik. Saat tombol dilepaskan, kaca membuka jalan bagi cahaya sehingga cahaya dapat langsung mengenai film. (NESW4586)


Komponen Kamera SLR

Pembidik

Salah satu bagian yang penting pada kamera adalah pembidik (viewfinder). Ada dua sistem bidikan, yaitu:
  • jendela bidik yang terpisah dari lensa (Viewfinder type)
  • bidikan lewat lensa (Reflex type).
Kamera SLR, sesuai dengan namanya (Single Lens Reflex), menggunakan sistem bidikan jenis kedua. Mata fotografer melihat subjek melalui lensa, sehingga tidak terjadi parallax, yaitu keadaan dimana fotografer tidak melihat secara akurat indikasi keberadaan subjek melalui lensa sehingga ada bagian yang hilang ketika foto dicetak. Keadaan parallax ini pada dasarnya terjadi pada pemotretan sangat close up dengan menggunakan kamera viewfinder.

Jendela Bidik

Jendela bidik merupakan sebuah kaca yang di dalamnya tercantum banyak informasi dalam pemotretan. Jendela bidik memuat penemu jarak (range-finder), pilihan diafragma, shutter speed, dan pencahayaan (exposure).

Lensa

Dalam fotografi, lensa berfungsi untuk memokuskan cahaya hingga mampu membakar medium penangkap (film). Di bagian luar lensa biasanya terdapat tiga cincin, yaitu cincin panjang fokus (untuk lensa jenis variabel), cincin diafragma, dan cincin fokus.

Macam-macam lensa

  • Lensa Standar. Lensa ini disebut juga lensa normal. Berukuran 50 mm dan memberikan karakter bidikan natural.
  • Lensa Sudut-Lebar (Wide Angle Lens). Lensa jenis ini dapat digunakan untuk menangkap subjek yang luas dalam ruang sempit. Karakter lensa ini adalah membuat subjek lebih kecil daripada ukuran sebenarnya. Dengan menggunakan lensa jenis ini, di dalam ruangan kita dapat memotret lebih banyak orang yang berjejer jika dibandingkan dengan lensa standar. Semakin pendek jarak fokusnya, maka semakin lebar pandangannya. Ukuran lensa ini beragan mulai dari 17 mm, 24 mm, 28 mm, dan 35 mm.
  • Lensa Fish Eye. Lensa fish eye adalah lensa wide angle dengan diameter 14 mm, 15 mm, dan 16 mm. Lensa ini memberikan pandangan 180 derajat. Gambar yang dihasilkan melengkung.
  • Lensa Tele. Lensa tele merupakan kebalikan lensa wide angle. Fungsi lensa ini adalah untuk mendekatkan subjek, namun mempersempit sudut pandang. Yang termasuk lensa tele adalah lensa berukuran 70 mm ke atas. Karena sudut pandangannya sempit, lensa tele akan mengaburkan lapangan sekitarnya. Namun hal ini tidak menjadi masalah karena lensa tele memang digunakan untuk mendekatkan pandangan dan memfokuskan pada subjek tertentu.
  • Lensa Zoom. Merupakan gabungan antara lensa standar, lensa wide angle, dan lesa tele. Ukuran lensa tidak fixed, misalnya 80-200 mm. Lensa ini cukup fleksibel dan memiliki range lensa yang cukup lebar. Oleh karena itu lensa zoom banyak digunakan, sebab pemakai tinggal memutar ukuran lensa sesuai dengan yang dibutuhkan.
  • Lensa Makro. Lensa makro biasa digunakan untuk memotret benda yang kecil.

Fokus

Fokus adalah bagian yang mengatur jarak ketajaman lensa, sehingga gambar yang dihasilkan tidak berbayang..

Kecepatan rana

Kecepatan rana (shutter speed) artinya penutup (to shut = menutup). Pada waktu kita menekan tombol untuk memotret, terjadi pembukaan lensa sehingga cahaya masuk dan mengenai film. Pekerjaan shutter adalah membuka dan kemudian menutup lagi.
Kecepatan rana adalah kecepatan shutter membuka dan menutup kembali. Shutter speed dapat kita atur. Jika kita memilih 1/100, maka ia akan membuka selama 1/100 detik.
Skala shutter speed bervariasi. Ada yang B, 1, ½, ¼, 1/8, 1/15, 1/30, 1/60, 1/125, 1/250, 1/500, 1/1000, dst. Mulai dari ½ sampai 1/1000 biasanya hanya disebut angka-angka dibawah saja. Artinya 100 = 1/100 dan 2 artinya ½ detik. Namun jika angka 2 itu berwarna, maka artinya adalah 2 detik.
Sedangkan B artinya bulb, yaitu jika tombol ditekan maka shutter membuka, dan ketika tombol dilepaskan maka shutter menutup.
Yang perlu diingat adalah, semakin lama kecepatan shutter, jumlah cahaya yang masuk akan semakin banyak. Semakin besar angkanya, maka kecepatan shutter akan semakin tinggi(shutter akan semakin cepat membuka dan menutup).
  • Speed cepat
Speed cepat kita gunakan untuk memotret benda yang bergerak. Semakin cepat pergerakan benda tersebut, maka semakin besar angka speed shutter yang kita butuhkan.
  • Speed lambat
Jika benda yang bergerak cepat dipotret dengan speed shutter rendah, maka hasilnya ialah gambar akan tampak kabur, seakan-akan disapu, namun latar belakangnya jelas. Efek ini kadang-kadang bagus dan menimbulkan sense of motion dari benda yang dipotret.
Cara lain adalah dengan menggerakkan kamera ke arah gerak objek (panning) bertepatan dengan melepas tombol. Hasil gambarnya ialah latar belakang kabur, tetapi gambar subjek jelas. Seberapa jelas atau kaburnya subjek tergantung pada cepat atau lambatnya gerakan panning. Jika gerakannya bersama-sama dengan gerakan subjek, maka gambar yang dihasilkan jelas. Sebaliknya jika kamera lebih cepat atau lebih lambat dari gerakan subjek, maka hasilnya akan blur (kabur).

Diafragma

Diafragma atau aperture (atau sering disebut bukaan) berfungsi untuk mengatur jumlah volume cahaya yang masuk. Alat ini biasanya terdapat di belakang lensa. Terdiri dari 5-8 lempengan logam yang tersusun dan dapat membuka lebih lebar atau lebih sempit.

  • diafragma pada lensa
  • bukaan diafragma

  • Penulisan angka diafragma biasanya adalah f/2, f/2.8, f/4, f/5.6, f/8, f/11, dan f/16, dst. Semakin kecil angka diafragma, maka bukaan yang dihasilkan akan semakin lebar sehingga cahaya yang masuk semakin banyak.
    • Bukaan besar
    Bukaan diafragma yang besar digunakan untuk menghasilkan foto dengan subjek yang tajam dengan latar belakang blur.
    • Bukaan kecil
    Bukaan kecil akan menghasilkan gambar yang tajam mulai dari foreground hingga background. Bukaan kecil biasanya digunakan dalam pemotertan landscape yang memang membutuhkan detail dan ketajaman di selurh bagian foto.

    Depth of Field

    Depth of field adalah jumlah jarak antara subjek yang paling dekat dan yang paling jauh yang dapat muncul di fokus tajam sebuah foto. Misalnya, jika kita memotret pohon-pohon yang berdiri bersaf-saf, maka yang akan tampak pada foto yang telah dicetak adalah beberapa pohon di depan tampak jelas kemudian makin ke belakang makin kabur.
    Depth of field sangat tergantung pada:
    • Diafragma. Semakin kecil bukaan diafragma, semakin besar depth of field yang dihasilkan. Bukaan penuh akan menghasilkan depth of field yang sangat dangkal.
    • Jarak fokus lensa (focal length). Semakin panjang focal length, semakin sempit depth of field. Maka dari itu, lensa wide angle memiliki depth of field yang sangat besar.
    • Jarak pemotretan. Semakin dekat jaraknya, semakin sempit depth of field yang dihasilkan.
    Fungsi depth of field adalah untuk mengaburkan latar belakang jika latar tersebut tidak sesuai dengan subjeknya.

    Pencahayaan

    Pencahayaan atau exposure adalah kuantitas cahaya yang diperbolehkan masuk; intensitas (diatur oleh bukaan lensa) dan durasi (diatur oleh shutter speed) cahaya yang masuk dan mengenai film.
    Film dengan ASA tinggi, memerlukan sedikit cahaya untuk menghasilkan gambar yang jelas. Sebaliknya, film dengan ASA rendah memerlukan banyak cahaya untuk menghasilkan gambar yang jelas.
    Exposure diukur oleh alat yang disebut light-meter. Jika light-meter menunjukkan kekurangan cahaya, maka kita bisa memperkecil bukaan diafragma atau memperlambat shutter speed. Sebaliknya, jika light-meter menunjukkan kelebihan cahaya maka kita bisa memperbesar bukaan diafragma atau mempercepat shutter speed.
    • Overexposure
    Merupakan keadaan dimana jumlah cahaya yang masuk terlalu banyak. Gambar yang dihasilkan akan terlalu terang.
    • Underexposure
    Merupakan keadaan dimana jumlah cahaya yang masuk terlalu sedikit. Keadaan ini menghasilkan gambar yang gelap.

    Perkembangan Kamera SLR

    Kamera DSLR (Digital Single Lens Reflex)
    Pada prinsipnya, kamera SLR dan DSLR memiliki cara kerja dan komponen yang sama. Yang membedakan adalah penggunaan film. Kamera SLR menggunakan film sebagai medium penangkap, sedangkan kamera DSLR tidak lagi menggunakan film. Sebagi gantinya, kamera DSLR menggunakan CCD atau CMOS.
    Sejarah Kamera DSRL

    Selasa, 10 November 2009

    Peristiwa

    Selamat Datang Di Website Para Bomber Indonesia


     
    Sekelompok pasukan dengan mengenakan sweater dan masker sambil menenteng cat semprot di tangan mulai berjalan menelusuri jalan-jalan di tengah kota besar Indonesia. Beberapa saat mereka sempat berdiam diri di bawah fly over, dengan pandangan penuh arti menatap tembok-tembok yang kosong dan kusam tersebut. Sedetik kemudian tangan-tangan mereka mulai menyemprot tembok tersebut dengan cat semprot. Tidak ada yang tahu apa yang mereka ciptakan saat itu, sampai keesokan paginya para pengguna jalan mulai terheran-heran dengan karya para bomber tersebut. Dan karya inilah yang kita kenal sebagai “graffiti”.

     
    Aliran atau gaya dalam graffiti cukup banyak, namun “tag” merupakan salah satu dasar yang harus dimiliki oleh para bomber. Tag merupakan gaya dalam menulis atau membuat gambar-gambar atau tulisan sehingga menarik, biasanya para bomber memiliki ciri khas masing-masing pada tag-nya tersebut. Selain tag ada pula yang disebut throw-up atau biasa disebut fill-in, ini adalah sebuah teknik menggambar dengan sangat cepat dengan menggunakan dua hingga tiga warna, di mana kecepatan menjadi tujuan utama dalam gaya yang satu ini.

    Paling seru dalam graffiti ialah apa yang di sebut dengan wildstyle. Gaya ini adalah sebutan di mana seorang bomber dapat melakukan apa saja, baik itu dari segi desain atau pun pemilihan warna, dan karya yang paling ekstrim menjadi sesuatu yang paling menarik di sini. Para bomber pun saling menghasilkan karya-karya yang terkadang membuat seseorang harus memperhatikan dengan seksama maksud dan arti dari karya-karya mereka tersebut.
    Peristiwa